Founder Indomie masuk surga kagak?
Usai tahajud, seorang kiai keluar dari langgar kecilnya. 🌙
Malam sunyi. Udara dingin. Pikiran ringan.
Di bawah pohon sawo, ia melihat seorang santri duduk sendirian.
Sarung rapi, pandangan menembus langit, asap rokok naik pelan—seolah ikut mikir. ☁️
———
“Nak, malam-malam kok belum tidur?”
Suara kiai tenang, nyaris menyatu dgn angin. 🍃
Santri kaget. Rokok hampir jatuh.
“Eh… Pak Yai. Ini cuma bengong. Pikiran nggak penting kok.”
Kiai mendekat, duduk di bangku kayu.
“Hal yg km anggap nggak penting, sering justru yg paling jujur. Cerita saja.” 🪑
Santri menghela napas, lalu nyeletuk polos:
“Pak Yai… menurut panjenengan, orang yg menciptakan Indomie goreng itu masuk surga nggak?” 🍜
Kiai terdiam.
Bukan krn kaget. Tapi krn pertanyaannya terlalu… manusiawi. 🤍
———
“Kenapa kamu mikir sejauh itu?” tanya kiai pelan.
Santri mulai berapi-api. 🔥
“Pak Yai, Indomie itu murah, tapi bikin bahagia.
Mahasiswa bokek, santri kelaparan, orang lembur doa tengah malam—semua bisa ketolong.
Perut kenyang, hati adem. 😌
Bukankah itu bentuk kebaikan juga?”
Angin lewat. Langit mendung. 🌫️
Kiai menatap jauh, lalu tersenyum tipis.
“Nak… surga itu urusan Gusti. Bukan wewenang kita.”
Ia berhenti sejenak.
“Tapi pertanyaanmu nggak salah. Jangan takut berpikir.” ✨
Santri tertunduk.
“Maaf, Pak Yai. Pikiran saya sering melantur.”
“Melantur itu tanda hidup,” jawab kiai.
“Yg berbahaya justru berhenti mikir.” 🎍
———
Santri berdiri, pamit.
“Mau ke mana?” tanya kiai.
“Ke kamar. Mau baca kitab. Biar waktunya berguna.”
Kiai tertawa kecil. 😄
“Kitab bisa nanti. Sekarang ada yg lebih nyata.”
Santri bingung.
“Apa itu, Pak Yai?”
“Km masih punya Indomie goreng?” 🍜
Santri refleks menjawab,
“Ada, Pak. Biasa sama jumbo.”
“Kalau begitu,” kata kiai sambil berdiri,
“tolong bikinkan aku sepiring. Pakai telur.” 🥚
Santri senyum lebar. 😊
Dalam dua tahun mondok, baru kali ini ia diminta memasak utk kiainya.
Bukan nasi kebuli.
Bukan jamuan agung.
Cuma Indomie… pakai telur.
———
Di dapur, air mendidih. 💧🔥
Di hati, rasa syukur ikut matang. 🙏
Malam itu, dua manusia berbagi kebahagiaan sederhana. 🤍
Tanpa debat surga-neraka.
Tanpa label suci.
Tanpa klaim apa-apa.
🌿 Kadang kebaikan memang nggak perlu megah.
Cukup mengenyangkan perut, menenangkan hati, dan dilakukan dgn rasa.
Dan mungkin…
Tuhan tersenyum tanpa perlu kita ribut menebak-nebak. ✨
...
——————————————
#peace
#CommunitySharing
#Education
#mentalhealthawareness
#socialmedia
#meditation





